Breaking News
Loading...

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Sadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sadis. Tampilkan semua postingan
Demi Kehormatan Keluarga, Orangtua Bunuh 3 Putrinya

Demi Kehormatan Keluarga, Orangtua Bunuh 3 Putrinya



Sungguh kejam. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak laki-laki tega membunuh tiga anggota keluarga mereka serta 1 orang lainnya. Keluarga asal Afghanistan berkebangsaan Kanada tersebut melakukan pembunuhan keji itu demi kehormatan keluarga.

Saat ini, kasus yang sempat membuat heboh warga Kanada ini, telah memasuki tahapan akhir persidangan di sebuah pengadilan di Kingston, Ontario, Kanada. Sang ayah yang bernama Mohammad Shafia (58) bersama dengan istri keduanya, Tooba Mohammad Yahya (42) dan putra sulung mereka, Hamed Mohammad Shafia (21), dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama terhadap 4 orang korban.

Para korban adalah 3 putri kandung Shafia dan seorang wanita yang diketahui sebagai istri pertama Shafia, yang menganut poligami ini. Ketiga putri Shafia tersebut adalah Zainab (19), Sahar (17) dan Geeti (13). Sedangkan istri pertamanya bernama Rona Amir Mohammad (52).

Jasad ketiga putri Shafia dan istri pertamanya ditemukan dalam sebuah mobil yang tenggelam dalam sebuah kanal pintu air pada 2009 silam. Diduga Shafia dan keluarganya sengaja menenggelamkan mobil tersebut.

"Sulit untuk membayangkan kejahatan yang lebih keji, lebih mengerikan. Alasan yang jelas di balik pembunuhan berdarah dingin ini, adalah pembunuhan yang memalukan di mana keempat korban yang tidak berdosa harus menjadi korban dari konsep kehormatan Anda yang terbalik," tegas Hakim Robert Maranger seperti diberitakan oleh Reuters dan dilansir oleh The Star, Senin (30/1/2012).

Dalam persidangan yang berjalan selama 3 bulan ini, pengadilan menyatakan bahwa ketiga putri Shafia terlibat percekcokan dengan ayahnya yang konservatif dalam sejumlah hal. Salah seorang putri Shafia diketahui telah berpacaran dengan seorang pria keturunan Pakistan-Kanada dan kemudian kabur dari rumah, sedangkan putrinya yang lain dikeluarkan dari sekolah karena berpakaian terlalu terbuka.

Hal-hal itu membuat Shafia marah dan kemudian mengambil tindakan atas perilaku ketiga putrinya. Dalam rekaman pembicaraan yang menjadi bukti dalam persidangan, Shafia bahkan pernah menyebut putri-putrinya sebagai pelacur.

Ketiga terdakwa membantah tuduhan yang dijeratkan jaksa. Pengacara mereka bahkan menyebut tewasnya 4 korban merupakan kecelakaan. Namun hakim Maranger menyatakan, bahwa terdapat cukup bukti yang menunjukkan ketiganya bersalah.

"Pembunuhan yang direncanakan dan disengaja terhadap 4 anggota keluarga Anda," tegasnya.

Atas perbuatannya ini, ketiganya terancam hukuman penjara seumur hidup. Seperti diketahui, Kanada tidak memberlakukan hukuman mati dalam sistem hukumnya.

sumber
Suami Tikam Istri Sebanyak 35 Kali Lalu Tertidur

Suami Tikam Istri Sebanyak 35 Kali Lalu Tertidur

Sungguh tega, seorang pria di Taiwan menikam istrinya sendiri yang tengah tidur, sebanyak 35 kali. Anehnya, setelah menikam sang istri, pria ini jatuh tertidur di samping jasad istrinya yang berlumuran darah.

Beberapa jam setelah kejadian, salah seorang anak mereka yang pulang ke rumah pada dini hari, menemukan jasad ibunya berlumuran darah. Dia lantas melapor ke polisi.

Demikian seperti diberitakan oleh media Malaysia, Nanyang Siang Pau dan dilansir oleh Asia One, Sabtu (28/1/2012).

Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa sang suami yang biasa dipanggil Luo, sempat marah besar sebelum memutuskan untuk menikam istrinya yang tengah tidur. Diduga, Luo jatuh tertidur karena kelelahan setelah menikam istrinya untuk melampiaskan amarahnya.

Polisi menuturkan, saat ditangkap, Luo terus bergumam "Tidak bisa tidur, tidak bisa berpikir jernih."

Hasil otopsi menunjukkan bahwa istri Luo ditikam dengan pisau secara membabi buta. Terdapat banyak luka tusukan di sekujur tubuh sang istri, mulai dari wajah, leher, dada, perut dan tangan.

sumber:
Sadis! Usai Membunuh, Pria Ini Memakan Otak Korban

Sadis! Usai Membunuh, Pria Ini Memakan Otak Korban



Dengan tangan diborgol, Tyree Lincoln Smith berdiri dengan tatapan kosong saat dirinya didakwa dengan pasal pembunuhan di pengadilan Connecticut, Amerika Serikat (AS). Smith membunuh Angel Gonzalez dan lebih keji lagi, pria berumur 35 tahun itu memakan otak dan mata korban!

Seperti diberitakan Telegraph, Kamis (2/2/2012), jaksa penuntut Donal Collimore mendesak hakim untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada Smith atas kejahatan sadis yang dilakukannya.

Talitcha Frazier, seorang saudari ipar korban, mengatakan dirinya bertemu dengan Smith di jalan. "Saya pikir saat itu saya bilang padanya untuk mencari pekerjaan. Saya tidak tahu kalau dia telah membunuh ipar saya," kata Frasier usai persidangan.

Smith menarik perhatian pihak berwenang setelah sepupunya menghubungi polisi tentang pembunuhan Gonzales. Menurut sepupu Smith, pelaku datang ke rumahnya pada tanggal 15 Desember 2011 dan mengatakan dirinya ingin melumuri tangannya dengan darah. Setelah itu dia pergi ke rumah kosong yang dulu pernah ditempatinya.

Menurut dokumen pengadilan, keesokan harinya, Smith kembali ke rumah sepupunya dengan darah memenuhi tangan, celana dan kapaknya.

Kepada sepupunya, Smith mengatakan kalau dirinya sedang tidur di beranda rumah kosong tersebut ketika dirinya dibangunkan oleh seorang pria. Smith pun mengaku memukuli wajah dan kepala pria itu dengan kapak. Dia juga mengaku mengambil satu mata korban dan sebagian otaknya lalu memakannya di kuburan sekitar lokasi.

Sepupu Smith kemudian menelepon ibu Smith yang menyarankan polisi untuk memeriksa rumah kosong tersebut. Ibu Smith pun menyebutkan bahwa putranya itu memiliki masalah kejiwaan.

sumber : 
Copyright © 2013 Berita Yani All Right Reserved