Breaking News
Loading...

Recent Post

Tampilkan postingan dengan label Accident. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accident. Tampilkan semua postingan
no image

3 Makanan Terakhir Yang Dipesan Whitney Houston Sebelum Meninggal



Penyanyi Whitney Houston meninggal di kamar hotelnya 11 Februari 2012. Sebelum ditemukan tewas, Whitney memesan tiga makanan ini pada pihak hotel.

Menurut seorang sumber keluarga pada TMZ, sebelum masuk ke kamar mandi, Whitney makan burger dan kentang. Ia kemudian membawa sandwich kalkun ke dalam kamar mandi. Dia berencana makan semua makanan itu setelah mandi.

Dari foto-foto yang dikeluarkan TMZ terlihat sandwich, burger dan kentang, adalah tiga makanan yang dimakan Whitney sebelum akhirnya ditemukan meninggal di dalam kamar mandi. Jenazahnya berada di dalam bath tub.

Sebelum meninggal, pelantun 'I Will Always Love You' itu juga minum champagne dan bir. Di dalam kamar mandi ditemukan gelas berisi air, alat pencukur bulu dan sejumlah pakaian yang berserakan.

Tak hanya itu saja, Kepolisian Beverly Hills, Los Angeles yang memeriksa kamar Whitney juga menemukan resep obat dan berbagai macam pil obat-obatan. Belum diketahui, apa jenis obat-obatan tersebut.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kematian Whitney. Kini jenazah penyanyi 48 tahun tersebut sudah selesai diotopsi dan diterbangkan ke rumah ibunya di Atlanta, Amerika Serikat.
Remaja ini Dimakan Beruang Hidup-hidup

Remaja ini Dimakan Beruang Hidup-hidup



Detik-detik terakhir kehidupan remaja ini, didengarkan oleh ibunya sendiri melalui telepon. Selama satu jam, sang ibu mendengarkan putrinya dimakan hidup-hidup oleh induk beruang dan tiga anaknya.

Olga Moskalyova (19) berteriak-teriak di telepon dan sang ibu, Tatiana, hanya bisa pasrah mendengarkan putrinya itu. "Bu, beruangnya memakan tubuhku! Bu, ini sakit sekali. Tolong, bu!" teriak Olga. Mulanya, Tatiana menyangka putrinya hanya bergurau.

Namun, Tatiana yang masih terus mendengarkan, menangkap ketakutan dan kesakitan di suara Olga. Tatiana makin pucat saat mendengar suara beruang dan mengunyah. "Saya bisa saja mati saat itu karena syok mendengarnya," ujar Tatiana.

Tatiana tak tahu beruang itu sudah membunuh suaminya yang ayah angkat Olga, Igor Tsyganenkov. Igor mengalami patah leher dan tengkoraknya pecah karena 'dibanting' si beruang. Olga yang sedang berlatih menjadi psikolog, menyaksikan si beruang menyerang Igor.

Namun, si induk beruang berhasil mengejar dan menangkap kakinya ketika Olga berusaha menyelamatkan diri. Saat diseret, Olga menelepon Tatiana. Sebaliknya Tatiana, berusaha menghubungi Igor, tanpa tahu pria itu sudah meninggal.



Akhirnya Tatiana memberitahu polisi dan keluarganya di dekat Desa Termalniy, Siberia Timur. Ia meminta mereka segera ke sungai untuk menolong Olga dan Igor. Keduanya ke sungai untuk mengambil pancingan milik Igor yang tertinggal.

Pada panggilan telepon kedua, Olga berbicara terengah-engah. "Bu, beruangnya kembali. Ia kembali dan membawa ketiga anaknya. Mereka.. memakanku." Selanjutnya, Olga menelepon untuk ketiga kalinya sekitar sejam setelah telepon pertama.

Saat telepon ketiga inilah Olga sadar dirinya sekarat. Si keluarga beruang sudah meninggalkannya. "Bu, sudah tak sakit lagi. Aku tak merasakan sakit. Maafkan aku untuk segalanya, aku sangat mencintaimu," kata Olga.

Setengah jam kemudian, kakak laki-laki Olga, Andrei, datang bersama polisi dan mendapati si beruang masih memakan tubuh Igor. Sementara Olga yang tubuhnya terkoyak-koyak, sudah tergeletak tak bernyawa. Enam pemburu kemudian dikirim untuk membunuh keempat beruang itu.

Serangan beruang merupakan hal biasa di penjuru Rusia. Tatiana saat ini amat sedih mengenang putrinya. "Putri saya amat menyenangkan. Ia ceria, ramah dan hangat. Baru lulus dari sekolah musik dan mendapatkan SIM-nya beberapa hari lalu," ujar Tatiana, bersiap memakamkan Olga dan Igor.
no image

Video Pelecehan Remaja Putri Hampir Ditelanjangi Beredar

DENPASAR - Video pelecehan dan penganiayaan seorang remaja putri beredar luas. Pelecehan dan penganiayaan remaja putri itu diduga dilakukan sekelompok remaja putri yang diduga teman-teman korban. Video berdurasi 5 menit 36 detik ini mulai menyebar di sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook sejak Senin (06/02/2012) kemarin.

Video ini berisi tindakan keji sejumlah remaja putri terhadap salah satu rekan mereka. Dari dialog di antara mereka, penganiayaan ini diduga akibat utang korban yang belum terbayar kepada salah seorang pelaku. Dari logat bicara mereka, dan plat nomor sepeda motor, kejadian tersebut berlangsung di Bali.

Penganiayaan yang dilakukan 7 remaja putri ini tergolong sadis. Selain memukuli korban, para pelaku penganiayaan juga menggunting baju dan celana korban hingga nyaris telanjang. Beruntung, saat rambut korban akan digunduli, ada seorang ibu yang melihat kejadian ini, dan kelompok remaja putri tesebut langsung lari menggunakan sepeda motor.

Kecaman langsung mengalir deras di media sosial setelah mereka melihat video ini. "Masak cewek sekejam itu, intinya anak muda sekarang makin ganas aja," ujar Bagus Aditnya salah seorang mahasiswa di Bali yang geram melihat tingkah laku kelompok remaja putri tersebut. "Kalau bisa pelakunya ditangkaplah," imbuhnya lagi.
Bocah 9 Tahun Tewas Terjepit Eskalator

Bocah 9 Tahun Tewas Terjepit Eskalator

Peringatan untuk para orangtua agar mengawasi anak-anak mereka saat menaiki eskalator alias tangga jalan. Jangan sampai insiden mengenaskan ini menimpa buah hati Anda! Seorang bocah laki-laki berumur 9 tahun terjepit eskalator di sebuah mal di China. Tragisnya, bocah tersebut tewas seketika karena kepalanya terjepit antara eskalator yang tengah berjalan dengan tembok lantai atas.

Insiden naas ini terjadi pada Minggu (29/1), sekitar pukul 12.30 waktu setempat di sebuah pusat perbelanjaan Xinyidai yang ada di wilayah Xidan, Beijing. Demikian seperti dilansir oleh kantor berita Xinhua, Senin (30/1/2012).


Salah seorang saksi mata menuturkan, bocah tersebut menggunakan eskalator untuk naik dari lantai 5 ke lantai 6 seorang diri, tanpa didampingi siapapun. Tiba-tiba sang bocah menjulurkan kepalanya ke arah luar eskalator dan akhirnya kepalanya terjepit dengan tembok lantai atas yang berada tepat di sebelah eskalator. Tragis, bocah ini tewas seketika.

Diketahui bahwa ibu sang bocah memiliki sebuah toko di pusat perbelanjaan tersebut. Saat kejadian, sang ibu tengah sibuk melayani pembeli di tokonya sehingga lengah tak memperhatikan buah hatinya.

Salah seorang manajer toko setempat, Hong Liang menuturkan, terdapat total 30 eskalator dan 10 lift di pusat perbelanjaan tersebut. Menurutnya, semuanya rutin mendapatkan perawatan dan pemeriksaan.

Insiden ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Beijing dan Biro Keamanan Publik setempat. Pihak manajemen pusat perbelanjaan pun menyatakan, akan bekerjasama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan tersebut.

Pasca kejadian, pusat perbelanjaan yang terletak di jantung kota Beijing ini masih tetap dibuka. Namun eskalator yang menjadi tempat kejadian perkara untuk sementara tidak dioperasikan.

sumber:
Copyright © 2013 Berita Yani All Right Reserved